This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajar. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Januari 2012

Belajar Instruksional Desain: Antara Seni, Ilmu Pengetahuan dan Keterampilan

Ilmu Grafis Belajar Instruksional Desain: Antara Seni, Ilmu Pengetahuan dan Keterampilan. Beberapa mata kuliah saya mengharuskan saya untuk ‘mengutek-utek’ buku manajemen dan kepemimpinan, keduanya mengungkap tentang bagaimana cara bepikir dalam manajemen, kepemimpinan dan alternatif untuk pengembangan dan praktek manajerial yang efektif. Buku-buku tersebut termasuk didalamnya tentang manajemen yang berperilaku layaknya seni, ilmu pengetahuan dan keterampilan. Ada argumentasi yang menyertakan bahwa manajemen yang efektif membutuhkan ketiga hal tersebut sehingga pembacanya yang semula ‘disfungsi’ menjadi berpikir serupa.

Saya kemudian memikirkan bahwa konsep tersebut juga berlaku pada dunia desain, membuat saya terus berpikir bahwa cara tersebut bisa digunakan untuk membuat karya desain yang efektif, meskipun juga bisa diaplikasikan pada belajar desain otodidak namun ini merupakan pembahasan yang berbeda. Seperti pada artikel sebelumnya tentang proses kreatif desain yang berfokus pada penggunaan otak kiri dan kanan, artikel ini adalah penjabaran lebih tentang penggunaannya pada kehidupan nyata. Pertentangan desain instruksional (prinsip desain) dan praktek sepertinya terlibat dalam penentuan proses desain berbasis model versus pendekatan lebih konstruktif yang sebaiknya tidak perlu dipusingkan, buat apa terlalu ngotot untuk sebuah pertentang yang tak berujung. Tabel dibawah ini adalah mirip (bukan berarti sama) dengan tabel menentukan manajemen yang efektif, yang saya yakini bisa digunakan untuk mempelajari instruksional desain praktis.
Ilmu Pengetahuan Seni Keterampilan
Pondasi Logika Imaginasi Pengalaman
Bersandar pada Fakta ilmiah Pengertian mendalam tentang kreatif Pengalaman praktek
Dipengaruhi oleh Dapat diaplikasikan kembali hal-hal baru Kegunaan
Pembuatan keputusan Deduktif Induktif Iteratif / berulang-ulang
Strategi utama Perencanaan Visi Mencoba sesuatu
Kontribusi Ilmu pengetahuan sebagai analisa sistematis, dalam dujud inputan dan pengukuran Seni sebagai sintesis komprehensif dalam wujud pengertian mendalam dan visi Keterampilan pembelajaran dinamis dalam wujud aksi/tindakan, eksperimen,dan trial error

Kebanyakan dari lulusan program sarjana Desain Instruksional dan Pembelajaran Teknologi sebenarnya berada pada ranah kolom ilmu pengetahuan (psikologi, pelajaran manusia, dan desain sistem). Orang yang baru lulus muncul dengan suatu ilmu pengetahuan yang ‘dibengkokkan’ untuk pencarian jati diri, aplikasi tertentu, dan hasil yang bisa diprediksi dari model yang mereka pelajari di bangku perkuliahan dan pendekatan-pendekatan yang diperbaiki dalam tradisi ilmu pengetahuan. Kita dengan cepat (atau mungkin tidak terlalu cepat) belajar dari pengalaman (craft/keterampilan) dari apa yang benar-benar diakui / bekerja / dapat diterapkan dan apa yang tidak, dan juga hal tersebut seringkali merupakan ide kreatif tak terduga dan pengertian mendalam yang meningkatkan / memperbaiki solusi kita (art/seni). Secara jelas, desain yang efektif yang berbasis pengalaman pembelajaran membutuhkan ketiga hal tersebut.

Diagram dibawah ini, menjelaskan bagaimana ketiga pendekatan ini untuk belajar desain mungkin saling terkait dan konsekuaensi potensial yang bersandar dominan pada pada setiap orang. Kita semua telah melihat contoh pada tingkat akhir yang ekstrim pada setiap orang. Dengan hanya mengandalkan jenis desain artistik pada suatu proyek mungkin akan menghasilkan roman, kreatif dan menarik perhatian yang menghasilkan sebuah wow dan menginspirasi namun tidak mengajari/mengedukasi. Bersandar pada pembelajaran ilmu pengetahuan yang sudah terbukti secara nyata seringkali akan menghasilkan sesuatu yang ‘kering’, tidak bisa menginspirasi atau instruksi tidak memotivasi yang mungkin dapat dihasilkan pada suatu pembelajaran, tetapi menjadi ‘otak membeku’. Keterampilan merupakan bagian dari ilmu pengetahuan atau seni yang tidak berbentuk, dan seringkali dari desainer berbasis intstruksi yang tidak terlatih berkerja menggunakan akal sehat / pemikiran umumnya sehingga sangat jarang bekerja diluar dari pengalaman pribadi, menghasilkan sesuatu yang ‘hit’, dan tidak bisa mendapatkan suatu hasil yang terbaik.

Belajar Desain Antara Seni, Ilmu Pengetahuan dan Keterampilan

Kombinasi dari pendekatan-pendekatan dapat juga menjadi kurang dari optimal untuk menghasilkan suatu pengalaman pembelajaran yang efektif. Seni dan Keterampilan yang digunakan bersama-sama tanpa adanya analisa sistematika dari Ilmu Pengetahuan dapat mengarahkan kita pada suatu pembelajaran desain yang tak terorganisir.

Belajar Desain Antara Seni, Ilmu Pengetahuan dan Keterampilan
Penggunaan seni murni dan keterampilan menggunakan kuas dan warna

Keterampilan dan Ilmu Pengetahuan yang digunakan secara bersama-sama tanpa adanya visi kreatif dari suatu Seni dapat mengarahkan kita pada suatu yang tidak ada semangat desain didalamnya, berhati-hati dan berhubungan namun kurang ‘mengkilat’.

Belajar desain berdasarkan Seni dengan Ilmu Pengetahuan menjadikanya kreatif dan sistematis, namun tanpa adanya pengalaman dari sebuah Keterampilan dapat menghasilkan pembelajaran yang tidak personal dan tidak berhubungan.

Belajar desain yang efektif selanjutnya, dapat sangat mungkin terjadi ketika kombinasi yang susah dimengerti ini antara Seni, Ilmu Pengetahuan dan Keterampilan berjalan beriringan. Ketika ketiga pendekatan berjalan bersama-sama, melalui sebuah kemampuan penuh pembelajaran yang tergabung menjadi satu biasanya hasilnya akan efektif, pembelajaran yang memotivasi berdasar pada realita dari organisasi tersebut diatas.

Saya mengumpamakan garis miring tersebut di atas yang mungkin akan dapat dipahami pada hal, subjek, kemampuan dan audience (pendengar) tertentu. Untuk bidang manajemen, buku-buku yang saya baca di atas mengatakan bahwa jika terlalu banyak keseimbangan dalam ketiganya mungkin juga akan berakibat disfungsional sejak tidak ada style kombinasi khusus sama sekali! Barangkali, menjadi suatu pelajaran yang baik untuk instruksional desain sama baiknya dengan bidang manajemen.
Sample:
Saya tidak bisa atau mungkin kurang berani memberikan contoh berupa gambar yang bisa mendiskripsikan pergunaannya secara terpisah (seperti penggunaan ilmu pengetahuan dan seni tanpa keterampilan dan lain sebagainya), karena menurut saya ke tiga hal ini tidak bisa dipisah, yang ada adalah skala kombinasi yang berbeda untuk ketiganya. Misalnya dalam mendesain sebuah logo, maka kita tidak mungkin hanya mengandalkan pengalaman dan seni saja karena akan melibatkan brief dari klien dan pernyataan klien yang nantinya mengarahkan kita pada suatu penelitian (ingat, penelitian adalah bagian dari ilmu pengetahuan / science) dan ketiganya tidak terukur dengan satuan ukuran secara pasti. Kita lihat saja, bagaimana pendapat Anda tentang hal ini? atau mungkin cara saya untuk mendiskripsikannya terlalu rumit untuk dipahami?

Semoga Anda menikmati artikel ini dan jangan lupa bergabung dengan teman-teman yang lain di Facebook Asahiadvertising, dan ikuti Twitter saya. Jika Anda menyukai artikel-artikel dari saya jangan lupa untuk memasukkannya dalam subscribe ke Asahiadvertising RSS Feed.

Bila ada yang ditanyakan, saran, tanggapan dan ide kreatif silakan isi pada komentar, saya akan mencoba menjawab secepat dan sebaik mungkin.

Membangun Kualitas Pendidikan

PENTINGNYA KUALITAS / MUTU SEKOLAH
Membangun sekolah bermutu

Mutu dalam pendidikan bukanlah merupakan barang akan tetapi merupakan layanan, di mana mutu harus dapat memenuhi kebutuhan, harapan dan keinginan semua pihak/pemakai dengan fokus utamanya terletak pada peserta didik. Mutu pendidikan berkembang seirama dengan tuntutan kebutuhan hasil pendidikan yang berkaitan dengan kemajuan ilmu dan teknologi yang melekat pada wujud pengembangan kualitas sumber daya manusia.
Sejalan dengan hal tersebut, maka dalam pengelolaan sekolah yang efektif dan berorientasi pada mutu pendidikan memerlukan suatu komitmen yang penuh kesungguhan dalam peningkatan mutu, berjangka panjang dan membutuhkan penggunaan peralatan dan teknik-teknik tertentu. Komitmen tersebut harus didukung oleh dedikasi yang tinggi terhadap mutu melalui penyempurnaan proses yang berkelanjutan oleh semua pihak yang terlibat.

Ketika aspek-aspek dan indikator pengelolaan lembaga pendidikan dapat dijalankan dan diarahkan ke sebuah mutu yang tinggi. Maka keberhasilan dari pencapaian mutu tersebut harus merupakan integrasi dari semua keinginan dan partisipasi stakeholder (semua yang berkepentingan) dalam pencapaian hasil akhirnya. Sekolah harus kreatif dan dinamis dalam mengusahakan peningkatan mutu dengan peningkatan kemandirian sekaligus masih dalam kerangka acuan kebijakan pendidikan Yayasan, nasional dan daerah.

Kenyataan di lapangan, banyak siswa yang telah lulus dari lembaga pendidikan menjadi pengangguran, tidak siap untuk menjadi warga negera yang bertanggung jawab dan produktif, sehingga menjadi beban keluarga, masyarakat, bangsa dan negara serta akhirnya mendorong terjadinya instabilitas nasional, baik dalam bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan. Kondisi tersebut, permasalahan pokoknya adalah para siswa yang merupakan produk sistem pendidikan yang diselenggarakan tidak berfokus pada mutu.

Oleh karenanya untuk mewujudkan pendidikan yang dapat memuaskan pelanggan, maka kepala sekolah terlebih dahulu harus memuaskan pelanggan internalnya, yaitu para guru, pustakawan, laboran, tenaga administrasi, tenaga keamanan dan tenaga kebersihan. Para personil yang merupakan pelanggan internal inilah merupakan pihak penentu dalam mewujudkan sekolah yang bermutu. Guru adalah pelaksana kegiatan inti (core business) sekolah yaitu proses pembelajaran yanag akan menentukan kualitas lulusannya. Pustakawan adalah SDM/personil yang memberikan layanan sumber pembelajaran tekstual untuk mendukung kegiatan akademik/pembelajaran. Laboran adalah personil/SDM yang mendukung kegiatan akademik/embelajaran siswa pada skala laboratorium sebagai kelanjutan atau membuktikan berbagai teori yang telah dipelajari melalui pembelajaran literatur. Tenaga administrasi adalah kegiatan pendukung, agar kegiatan akademik/pembelajaran di sekolah, baik administrasi akademik maupun administrasi non akademik dapat berjalan dengan baik. Tenaga kebersihan sebagai personil/SDM sekolah yang mendukung agar suasana sekolah tetap asri dan proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar. Dan tenaga keamanan bertanggung jawab untuk menciptakan suasana sekolah agar tetap aman dan terkendali.

Kepuasan pelanggan internal sekolah pada dasarnya adalah jika mereka dapat bekerja atau menjalankan tugas dengan dukungan fasilitas, sarana dan prasarana yang memadai, mendapatkan kompensasi yang layak atas kinerja yang telah diberikan, baik dalam bentuk finansial, material maupun non material serta kesejahteraan secara luas. Sebagai wujud atau bukti adanya kepuasan pelanggan internal sekolah adalah para guru, tenaga admnistrasi, pustakawan, laboran, tenaga kebersihan dan kemanan menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, sesuai sistem, prosedur dan tata kerja yang telah ditentukan. Dengan adanya kepuasan pelanggan internal ini diharapkan mereka dapat memuwujudkan kepuasan terhadap pelanggan eksternal sekolah sehingga akan membawa dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan sekolah yang bersangkutan.

BERKUNJUNG KE RUMAH DUNIA

Selama satu Minggu terakir di bulan November 2010 ini, Rumah Dunia (RD) sering ramai dikunjungi anak-anak sekolah sekitar Serang. Kamis (25/11/2010) rombongan SD Mutiara Bunda dari Cilegon mengadakan pelatihan puisi dan dongeng di RD bareng Langlang Randhawa, wakil Presiden RD dan Ka Igun, relawan RD sekaligus tutor dongeng. Besoknya (Jumat pagi) giliran SMP Peradaban, Sepang, Serang, yang hanya sekedar kunjungan ke RD sekaligus praktek wawancara seputar RD. Sabtu berikutnya, sekitar 23 rombongan TK Al Itqom Balaraja, menggambar bersama dan mendegarkan dongeng dari Ka Igun. Minggu (28/11/2010) giliran dari SMK Tri Pelita Bangsa, Pandeglang yang berkunjung. Sebanyak 20 siswa Tri Pelita Bangsa mendengarkan materi jurnalistik yang dipaparkan Langlang Randhawa serta latihan teater bersama Dedi Setiawan, salah satu relawan RD dan tutor teater.

Menurut Beni, Kepala sekolah Tri Pelita, tujuan kunjungannya kali ini adalah untuk memberikan wawasan kepeda siswanya, “Sekaligus untuk mempelajari cara penulisan jurnalistik.” Katanya. Setelah Langlang memberikan materi seputar apa itu jurnalistik, siswa kelas satu ini langsung memparktekakan tulisan berita. Mereka diajak untuk langsung menuliskan berita hari ini, dan yang ada di sekitar RD. “Setelah itu Kang Langlang, mungkin bisa mengoreksi tulisan mereka. Mana yang baik dan yang kurang,” saran Beni. “Biar efektif cara belajarnya,” kata Beni tersenyum.

Para siswa pun menyebar mencari berita, ada yang mewawancarai relawan RD, penjual buah, dan para pemain teater yang sedang berlatih untuk acara Ode Kampung ke 4 RD, yang akan diselenggarakan tanggal 9 Desember nanti.

Kamaluddin Mubarok, guru Bahasa Inggris Tri Peita mengatakan ini adalah kunjungan pertamanya ke RD. Ini juga sebagai program sekolah. SMK Tri Pelita yang memang berbasis Multimedia merencanakan ke depannya siswa Tri Peita akan belajar membuat koran. “Target kita adalah bulan April 2011, SMK Tri Pelita sudah punya koran mini sekolah,” kata Kamaluddin saat ditanya mengenai rencana ke depannya.

Dalam sesi berikutnya, para siswa membacakan beritanya hingga berlanjut pada diskusi atau bedah berita. Ternyata banyak siswa yang sudah mahir membuat berita, meski ada beberapa siswa yang membuat berita picture profil. “Rata-rata kalian sudah pada bisa mmbuat berita, meski masih ada kekurangan sedikit,” ujar Langlang. Lebih jauh Langlang mengatakan jika membuat sebuah berita utamakan unsur-unsur berita 5W+1H harus ada dibagian atas tulisan. “Usahakan unsur-unsur berita itu ada pada di paragraf awal, keculai dengan picer profile, sehingga informasi-informasi pentingya ada ada dibagian atas. ” sambung Langlang. Beberapa siwa mengaku sulit memulai menulis berita. “Intinya, menjadi seorang wartawan tidak mesti pintar, cantik dan tanpat. Seseorang yang biasa-biasa saja bisa menjadi wartawan, asalkan vitalitasnya tinggi. Artinya mau terus belajar dan berlatih keras.”

Ba’da duhur, SMK Tri Pelita Bangsa berlatih teater di panggung RD bareng Kang Beti alias Dedi Setiawan. Dalam latihanya para siswa terus tertawa ketika salah satu dari mereka harus berperan sebagi seorang banci yang sedang merayu Kang Beti. “Seorang teater itu jangan malu. Kita harus berani. Meski mendapat peran jahat atau perang yang tidak diingnkan. Pokoknya maenkan saja.” Kata Dedi semangat. Hadi (15) salah satu siswa Tri Pelita mengungkapkan kegembiraannya berlajar di RD. “Saya seneng di Rumah Dunia, terlebih dengan konsep bagunannya yang lebih menyatu dengan alam. Di sini adem,” katanya pada wartawan www.rumahdunia.com. Selepas ashar, para siswa Tri Pelita meninggalkan RD.

Sabtu, 21 Januari 2012

Tim Dance SMK Tri Pelita Bangsa di DBL Banten 2011


Salah satu faktor yang membuat turnamen DBL menarik adalah tampilnya tim dance dari setiap tim yang bertanding. Demikian pula SMK Tri Pelita Bangsa yang juga menampilkan tim dance yang terdiri dari 8 siswi (6 kelas 1 dan 2 kelas 2). Mereka telah berlatih keras selama beberapa bulan dan mengikuti beberapa lomba sebelum tampil di DBL Banten 2011. Pelatih tim ini adalah Kak Opieck dari Unmul. Walau tim basket kita terhenti di babak 16 besar, namun tim dance tetap tampil prima dan energik. Kostum batik yang mereka desain sendiri juga mendapat banyak pujian. Selamat dan semoga tambah sukses baik di ajang DBL maupun ajang lainnya. Berikut beberapa foto dan kliping koran Banten Post dari penampilan mereka di DBL Banten 2011 di Gelora Pandeglang.

Apa Teknik Komputer Jaringan Itu?

Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) adalah program keahlian yang bertujuan membekali peserta didik dengan keterampilan, pengetahuan, dan sikap agar kompeten dalam merakit, menginstall program, merawat dan memperbaiki komputer serta jaringannya. Siswa TKJ (meskipun belum tamat) mampu bekerja sebagai teknisi komputer dan administrator jaringan di toko/ servis komputer, kantor, hotel, bank atau ISP baik di tingkat lokal (nasional) maupun luar negeri.
TKJ merupakan program keahlian baru di SMK TPB yang dibuka pada tahun 2005. Jadi jika masyarakat belum banyak mengetahuinya. Meskipun baru, siswa TKJ SMK TPB mulai diakui kemampuannya oleh kalangan dunia kerja.
Sejak terbitnya kebijakan pemerintah bahwa sekolah kejuruan (dulu SMEA, STM, SMKK, dll) berubah nama menjadi SMK, menimbulkan konsekuensi bahwa setiap SMK memiliki kewenangan yang sama untuk membuka jurusan (bidang keahlian) / prodi (program keahlian) baru atau lebih populer dengan istilah re-engineering.

PENGAMBILAN GAMBAR & WAWANCARA PROFIL POLRESTA PANDEGLANG OLEH SISWI SMK TRI PELITA BANGSA BIDANG MULTIMEDIA

Pandeglang, Selasa (18/1/2011). Polresta Pandeglang mendapat kunjungan dari 4 orang Siswi SMK TPB bidang multimedia. Siswi SMK TPB tersebut merupakan Siswi yang sedang melaksanakan penyelesaian tugas akhir dalam bidang Multimedia dimana di dalam tugas akhir tersebut Siswi SMK TPB melakukan pengambilan gambar dan wawancara yang bertemakan tentang profil Polresta Pandeglang. Adapun yang menyambut dan menjadi narasumber dari kegiatan tersebut adalah Bapak AKP P. Hasugian (Kasubbag Humas Bagops Polresta Pandeglang)

Selamat Datang di Website SMK TI Tri Pelita Bangsa Berbasis SIAP Online

Selamat datang di situs SMK TI Tri Pelita Bangsa yang merupakan bagian dari sistem informasi sekolah berbasis SIAP Online. Website resmi kami adalah http://www.smkti.net sementara�situs ini beralamat di http://smktripelitabangsa.blogspot.com/.siap-sekolah.com. Kedua kedua situs ini akan saling terintegrasi satu sama lain. Melalui situs ini�akan disediakan berbagai data sekolah yang terintegrasi dengan SIAP Online powered by Asahi Studios. Semoga menjadi tonggak bersejarah pemanfaatan sistem informasi sekolah yang terintegrasi penuh secara nasional.

Pengembangan SIAP Dilakukan Bertahap

Saat ini SMK TI Tri Pelita Bangsa secara bertahap mengintegrasikan sistem informasi sekolahnya kedalam SIAP Online yang merupakan sistem berskala nasional dari Telkom Indonesia. Tidak semua data dan fitur sudah tersedia, harap bersabar. Kita semua berharap bahwa SIAP akan berjalan secara penuh sesegera mungkin dimana guru, siswa dan orangtua bisa berpartisipasi.